Sungai Penuh, 5 Maret 2025 – Loka POM di Kabupaten Bungo selalu berkomitmen untuk melindungi masyarakat dengan melakukan pengawasan peredaran obat dan makanan (post market). Khususnya selama Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, Badan POM selalu melakukan agenda rutin, yaitu intensifikasi pengawasan pangan. Intensifikasi pengawasan pangan ini bertujuan untuk memastikan produk pangan aman dan bermutu di peredaran, khususnya selama Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, Loka POM di Kabupaten Bungo juga melakukan sidak pengawasan terhadap jajanan takjil yang beredar di pasaran.
Intensifikasi pengawasan pangan olahan selama Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri berfokus pada pangan tanpa izin edar (TIE) atau ilegal, pangan kedaluwarsa, dan pangan rusak. Selain itu, Loka POM di Kabupaten Bungo melakukan kegiatan rutin lainnya selama Ramadhan, yaitu pengawasan jajanan berbuka puasa (takjil) yang dilakukan bersama Pemerintah Daerah Kota Sungai Penuh. Kepala Loka POM di Kabupaten Bungo, Pernanda Sapryanoki, bersama lintas sektor, yaitu Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan di Kota Sungai Penuh, melakukan kegiatan sidak ke sejumlah pedagang yang menjajakan pangan berbuka puasa (takjil) di Pasar Tanjung Bajure dan Pasar Mambo Kota Sungai Penuh.
Kegiatan sidak ini merupakan rangkaian intensifikasi pengawasan pangan Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H/2025. Pengawasan ini bertujuan memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat, terutama selama bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri. Metode pengambilan sampel dilakukan secara sampling terhadap pangan yang berisiko mengandung bahan berbahaya. Intensifikasi pengawasan ini memanfaatkan mobil laboratorium keliling yang dilengkapi dengan kit uji cepat (formalin, boraks, metanil yellow, dan rodamin B).
Selanjutnya, petugas Loka POM di Kabupaten Bungo memberikan pembinaan kepada pelaku usaha agar menjual pangan yang aman, bermutu, dan memenuhi ketentuan atau memiliki nomor izin edar. Selain itu, petugas juga menghimbau pelaku usaha agar lebih bijak dan teliti dalam memilih pemasok atau supplier pangan yang dijual.