Dalam memperingati World Pharmacist Day, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) cabang Merangin menggandeng Loka POM di Kabupaten Bungo untuk melaksanakan sosialisasi terkait Antimicrobial Resistance (AMR) kepada masyarakat di Lapangan Kantor Bupati Merangin, 29 September 2024. Kegiatan ini dibuka langsung oleh ketua IAI Kabupaten Merangin yaitu Apt.Jery A Siregar,S.Farm, dan dihadiri stakeholder terkait.
AMR adalah kondisi ketika mikroorganisme seperti bakteri, virus, fungi, dan parasit menjadi resisten atau kebal terhadap antimikroba yang sebelumnya efektif untuk mencegah atau membunuh mikroorganisme tersebut. Dengan kata lain, antimikroba yang sebelumnya dapat mengatasi infeksi akibat suatu mikroorganisme menjadi tidak efektif atau berkurang efikasinya. "Masyarakat harus lebih bijak dalam penggunaan antibiotik, dan tenaga kesehatan juga harus dapat mengedukasi masyarakat bahwa antibiotik bukan obat yang dapat dibeli kapan saja, sebab antibiotik didapatkan harus dengan resep dokter. Perlunya kesadaran dari semua pihak merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam pengendalian resistensi antimikroba, mulai dari tingkat fasilitas layanan kesehatan, sarana distribusi obat, hingga masyarakat," ujar Kepala Loka POM di Kabupaten Bungo, Pernanda Sapryanoki, S. Farm. Apt.
Harapan ke depannya, masyarakat menjadi lebih sadar tentang risiko penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan dampaknya terhadap kesehatan. Ini dapat mendorong individu untuk hanya menggunakan antibiotik saat diperlukan dan sesuai resep dokter. Masyarakat yang terinformasi diharapkan dapat lebih mendukung kebijakan pemerintah terkait penggunaan antibiotik dan AMR.
Kegiatan ini juga mengadakan pengecekan kesehatan gratis serta pemberian multivitamin kepada masyarakat oleh IAI. Selain itu, Loka POM di Kabupaten Bungo juga melakukan pemajangan produk kosmetik, obat tradisional, dan pangan ilegal yang mengandung bahan berbahaya, serta mengedukasi masyarakat tentang cara memilih obat dan makanan secara aman.