Forum Konsultasi Publik dan Sinergi Pentahelix untuk Tinjau Standar Pelayanan Loka POM Bungo dan Pengendalian Resistensi Antibiotik.

18-06-2025 Umum Dilihat 166 kali

Bungo, 18/06/2025– Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Bungo menyelenggarakan “Forum Konsultasi Publik Standar Pelayanan Loka POM di Kabupaten Bungo dan Sosialisasi Pengendalian Resistensi Antimikroba” di Gedung IBI Kabupaten Bungo, menghadirkan kolaborasi Pentahelix guna mengevaluasi standar pelayanan sekaligus membahas strategi pengendalian resistensi antibiotik. Kegiatan terlaksana secara hybrid,  dihadiri oleh perwakilan pemerintah, akademisi, organisasi profesi, pelaku usaha, dan media massa dari 4 wilayah kerja yaitu Kabupaten Bungo, Kabupaten Merangin, Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh dimana menunjukkan komitmen multisektor dalam meningkatkan pengawasan obat dan makanan. 

Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Kabupaten Bungo yang diwakili oleh Asisten III Pemerintah Kabupaten Bungo Yos Army, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pelayanan publik yang akuntabel dan transparan.Loka POM memiliki peran strategis dalam melindungi masyarakat dari produk obat dan makanan yang tidak memenuhi standar. Forum ini menjadi wadah untuk menyempurnakan kinerja pelayanan,"ujarnya. 

Turut hadir sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga terkait, antara lain, Kepala Balai POM Jambi, Kepala KPPN Bungo, Kepala Dinas Kesehatan Bungo, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bungo, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Bungo.

Forum ini menjadi ajang evaluasi bersama untuk meningkatkan kualitas pengawasan obat dan makanan di Kabupaten Bungo. Beberapa poin penting yang dibahas meliputi: Optimalisasi pengawasan produk UMKM lokal, termasuk pendampingan agar memenuhi standar BPOM.  Peningkatan sosialisasi regulasi kepada pelaku usaha, terutama industri kecil dan menengah.   dan makanan untuk mempercepat respons terhadap produk berisiko. 

Peserta dari berbagai unsur Pentahelix memberikan masukan konstruktif, termasuk peran media dalam menyebarluaskan informasi terkait keamanan produk.  

Selain pembahasan standar pelayanan, kegiatan ini juga diisi dengan Sosialisasi Pengendalian Resistensi Antibiotik, menghadirkan 4 (empat) narasumber ahli: Kepala Loka POM di Kabupaten Bungo dan terkait Peran Badan POM dalam pengawasan antibiotik di sarana layanan kefarmasian dan hasil pengawasan, Edwin Darmawangsa (Perwakilan IDI), Memaparkan dampak klinis resistensi antibiotik dan pentingnya penggunaan yang rasional di fasilitas kesehatan, Putri Eka Rahmawati (Perwakilan IAI) menjelaskan peran apoteker dalam pengawasan distribusi dan edukasi penggunaan antibiotik kepada masyarakat. 

Mereka menekankan bahwa sinergi antara organisasi profesi, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk mencegah krisis kesehatan akibat resistensi antibiotik. Beberapa rekomendasi yang muncul antara lain membuat surat edaran dari Bupati terkait pengendalian antibiotik

Kegiatan ditutup dengan kesepakatan untuk memperkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan, baik dalam peningkatan standar pelayanan Loka POM maupun pengendalian resistensi antibiotik. Hasil forum akan menjadi bahan rekomendasi kebijakan yang lebih partisipatif dan berbasis kebutuhan masyarakat. 

"Dengan sinergi Pentahelix, kami optimis pelayanan public dapat meningkat secara transparansi dan kualitas dan pengawasan obat dan makanan di Bungo semakin efektif, sekaligus mendukung upaya preventif dalam kesehatan masyarakat," pungkas Pernanda Sapryanoki selaku Loka POM Bungo Bungo.

Sarana