Kerinci – Kamis (27 Juli 2023), Loka POM di Kota Sungai Penuh melakukan Kegiatan Sosialisasi tentang 5 (Lima) Kunci Keamanan Pangan untuk Sekolah yang dilaksanakan di SMP Negeri 24 Kabupaten Kerinci, Koto Dua Lama, Semurup, Kec. Air Hangat.
Kegiatan dibuka oleh Bapak Sarwaidi selaku Kepala Sekolah SMPN 24 Kerinci dan dilanjutkan penyampaian materi oleh Petugas dari Loka POM di Kota Sungai Penuh, Billian Sahiga Jaswatul Ikhsan. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Laboratorium dengan melibatkan 49 siswa dan siswi. Penyebaran informasi kepada siswa dan siswi disambut sangat antusias terbukti dengan peserta yang turut aktif bertanya tentang informasi yang disampaikan.
Selain kegiatan Sosialisasi petugas dari Loka POM di Kota Sungai Penuh juga melakukan pemeriksaan kantin yang ada di SMP Negeri 24 Kerinci. Kegiatan Sampling ini dilakukan oleh Petugas dari Loka POM di Kota Sungai Penuh, Rischa Mitriani dan Syafiyul Taufik dengan melibatkan dewan guru dan petugas kantin. SMP tersebut memiliki 1 (satu) kantin yang digunakan untuk aktifitas jual beli setiap harinya. Dari hasil pemeriksaan didapatkan bahwa kantin di SMP N 24 Kabupaten Kerinci sudah menerapkan budaya Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah dengan baik, hanya saja ada beberapa bagian yang harus diperbaiki guna menjamin keamanan dan mutu dari siswa-siswi yang mengkonsumsi makanan pada kantin tersebut.
Sosialisasi ini bertujuan untuk dapat menerapkan 5 kunci keamanan pangan PJAS (Pangan Jajajn Anak Sekolah) agar siswa-siswi terhindar dari bahan berbahaya dalam pangan. Kegiatan ini diharapkan juga dapat megedukasi siswa dan siswi agar selalu memperhatikan dan memilih pangan jajan yang dikosumsi terutama di kantin-kantin sekolah. Siswa juga dapat diharapkan selalu menerapkan budaya Cek Klik (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Kadaluarsa, dan Cek Izin Edar) sebelum membeli pangan yang akan mereka konsumsi. Pada kesempatan akhir, siswa dibimbing untuk menggunakan Aplikasi BPOM Mobile, yang dapat digunakan untuk mengecek produk obat dan makanan yang telah memiliki legalitas di BPOM.
Siswa-siswi yang telah mendapatkan sosialisasi diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan BPOM dalam menyebarluarkan informasi kepada pihak keluarga dan masyarakat sekitarnya.