BIMBINGAN TEKNIS KADER KEAMANAN PANGAN SEKOLAH DI SMP XAVERIUS KABUPATEN BUNGO

16-06-2025 Umum Dilihat 266 kali

Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Keamanan Pangan Sekolah tahun  2025 merupakan program inisiatif BPOM dari Loka POM di Kabupaten Bungo yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari pangan berisiko serta
membentuk kader-kader yang mampu mengedukasi dan mengawasi praktik keamanan pangan di sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh enam orang kader terpilih yang berasal dari latar belakang berbeda, yaitu guru, pengelola kantin, dan karyawan sekolah. Keterlibatan berbagai unsur di sekolah ini dimaksudkan agar pengawasan dan edukasi mengenai keamanan pangan dapat berjalan menyeluruh dan berkesinambungan.
Sebelum pelaksanaan bimtek, Loka POM di Bungo telah melakukan tahap sosialisasi kepada beberapa sekolah di wilayah tersebut. Dari hasil tahapan tersebut, muncul dua sekolah yang menjadi kandidat utama, yaitu SMP Negeri 3 dan SMP
Xaverius. SMP Negeri 3 masuk dalam nominasi karena memiliki kebijakan internal yang mendukung terciptanya kantin sehat, seperti larangan menjual makanan dan minuman berwarna mencolok serta berasa instan, kewajiban siswa membawa tempat
makan dari rumah, dan pelarangan membawa jajanan dari luar sekolah. Meskipun demikian, setelah melalui proses seleksi dan pertimbangan lebih lanjut, yang terpilih untuk mengikuti bimtek sebagai Sekolah Pangan Aman adalah SMP Xaverius.
SMP Xaverius dipilih karena dinilai memiliki sistem pengawasan pangan yang lebih terstruktur, seperti adanya audit dapur pengolahan makanan yang dilakukan sebelum pedagang diperbolehkan menjual di lingkungan sekolah. Selain itu, kantin
sekolah hanya menyediakan minuman sehat seperti susu, yogurt, dan air mineral, sebagai bentuk komitmen terhadap pola konsumsi sehat bagi siswa. Dengan pendekatan tersebut, sekolah ini dipandang lebih siap untuk dijadikan percontohan dalam
implementasi program keamanan pangan sekolah. 
Kegiatan bimtek dibuka oleh Kepala Loka POM di Kabupaten Bungo, Pernanda Saprayanoki, S.Farm., Apt., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran sekolah dalam membentuk kebiasaan konsumsi pangan yang aman sejak dini. Beliau juga menyampaikan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh lembaga pemerintah, tetapi juga sangat bergantung pada peran aktif seluruh elemen sekolah, terutama kader keamanan pangan yang telah dibentuk melalui kegiatan ini. 
Sebelum penyampaian materi, peserta diberikan pre-test untuk mengukur sejauh mana pemahaman awal mereka mengenai keamanan pangan. Materi inti yang disampaikan oleh petugas Loka POM meliputi: Memilih Pangan Aman dan Jajanan
Sehat, Peran Kader Keamanan Pangan Sekolah, Lima Kunci Keamanan Pangan untuk anak sekolah, makanan ritel, dan makanan siap saji, serta pentingnya menjaga kebersihan tangan. Diharapkan, setelah mengikuti bimtek ini, para kader dapat
menjalankan tugasnya secara aktif di lingkungan sekolah masing-masing dan menjadi agen perubahan dalam membentuk budaya konsumsi pangan yang aman dan sehat bagi seluruh warga sekolah.Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait pengelolaan kantin dan konsumsi pangan di sekolah sebagai berikut :
1. Kalau kita beli jajanan yang rasanya aneh atau bikin sakit perut, kita harus lapor ke siapa?
Jawab : Disinilah peran dari  Kader Keamanan Pangan Sekolah, warga sekolah dapat melaporkan kejadian ini disertakan juga dengan dimana pembeliannya dan makanan apa, sertakan juga kapan pembelian makanan tersebut dan fotonya. Nantinya kader keamanan pangan sekolah bisa melaporkan ini pada UPT BPOM terdekat untuk ditindak lanjuti. 
2. Apakah semua makanan yang warnanya mencolok sudah pasti berbahaya? Atau ada yang aman juga?
Jawab : Belum tentu semua yang warnanya mencolok itu berbahaya, tapi tetap harus berhati-hati. Kalau warnanya terlalu terang seperti biru menyala, merah darah, atau kuning menyilaukan, bisa jadi pakai pewarna seperti Rhodamin B, Metanil Yellow atau zat kimia berbahaya. Pewarna makanan yang aman biasanya warnanya alami dan tidak menyilaukan. Lebih baik pilih makanan yang warnanya wajar saja. 
3. Apa BPOM juga sering memeriksa makanan di kantin sekolah? Dan apa yang diperiksa?
Jawab : Iya, kami sering turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan pengecekan setiap tahunnya, dan yang diperiksa misalnya: 
- Apakah makanan mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, atau pewarna tekstil. 
- Cara penyimpanan dan kebersihan tempat jualannya. 
- Apakah penjual memakai sarung tangan, penutup makanan, dan air bersih.
Akan tetapi, karena cakupan wilayah kerja kami yang cukup luas, maka diprioritaskan pada sekolah-sekolah yang sebelumnya ada KLB KP dan juga sekolah-sekolah yang outlet-outlet makanannya cukup banyak, sekoalah-sekolah yang seperti itu dinilai beresiko akan terjadi KLB KP. 

Sarana