Kegiatan Bimbingan Teknis Kader Keamanan Pangan tahun 2025 ini merupakan kegiatan baru yang diadakan oleh Loka POM di Bungo. Karena pertimbangan efisiensi, jumlah kader yang dipilih untuk mengikuti bimtek ini adalah sebanyak 5 orang kader dengan berbagai kategori. Para kader ini diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah secara mandiri dalam menciptakan pangan yang aman, serta menyebarkan pengetahuan dan praktik baik ke desa-desa lainnya. Pada kegiatan ini disampaikan materi dan apa saja yang harus dilaksanakan kader yang akan dituangkan dalam rencana kerja Kader keamanan Pangan desa, dan di SKkan oleh Kepala Desa Kuamang Jaya.
Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Pernanda Saprayanoki, S.Farm.,Apt selaku Kepala Loka POM di Kabupaten Bungo. Dalam sambutannya disampaikan bahwa Desa Kuamang Jaya diproyeksikan akan dijadikan sebagai desa pangan aman pada tahun 2025 ini. pemilihan desa Kuamang Jaya sebagai nominasi desa pangan aman tahun 2025 ini merupakan hasil koordinasi dan advokasi Loka POM di Bungo dengan lintas sektor yang dihadiri oleh Pemerintah Daerah, mulai dari Bupati hingga jajaran kelurahan. Desa Kuamang Jaya dipilih karena desa ini merupakan desa lokus stunting tahun 2025 , memiliki BUMDes Pasar Kuliner Pagi, adanya pelaku UMKM yang dibina, kader posyandu yang aktif, dan komitmen dari Perangkat desa.
Berdasarkan alasan-alasan tersebut Desa Kuamang Jaya dinilai berpotensi untuk dapat menyebarkan ilmu dan praktik baik dari Bimtek keamanan Pangan ini pada ke desa lainnya.
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan sambutan dan pembukaan acara oleh
Kepala Desa Kuamang Jaya, Ari Harianto, menyambut baik kegiatan ini karena sangat penting dalam memastikan masyarakat dapat mengonsumsi pangan yang aman. Dengan adanya kegiatan ini juga dapat mencegah terjadinya kejadian kecarunan akibat pangan.
Sebelum penyampaian materi, para Kader Keamanan Pangan diarahkan
untuk mengisi pre test yang nantinya akan menggambarkan pengetahuan kader mengenai keamanan pangan. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi keamanan pangan yang terdiri atas Pedoman Desa Pangan Aman, Keamanan Pangan, 5 Kunci Keamanan Pangan untuk Anak Sekolah, 5 Kunci Keamanan Pangan Ritel, 5 Kunci Keamanan Pangan Siap Saji, Stunting dan Keamanan Pangan, Keracunan,Alergi dan Intoleransi Pangan oleh petugas Loka POM di Bungo yang diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab sebagai berikut:
1. Ummu Faridha : Karena kegiatan ini berdekatan dengan Hari Raya Idul Adha dan banyaknya daging kurban yang ada di rumah, sebenarnya bagaimana cara penyimpanan daging yang baik?
Jawab : Penyimpananya dalam wadah yang tertutup bisa dengan wadah ataupun dengan plastik. Sebelum dimasukkan ke dalam kulkas sebaiknya daging dipisahkan perporsi masakan, Pastikan tidak menggunakan plastik hitam untuk menyimpan daging. Sebisa mungkin pisahkan daging yang masih mentah ini dengan masakan yang sudah dimasak.. Untuk lama penyimpanannya juga sebaiknya tidak disimpan terlalu lama karena daging juga tetap dapat mengalami pembusukan walaupun di dalam kulkas. Peyimpanan daging di dalam kulkas hanya memerlambat proses pembusukannya saja.
2. M. Faris Saputra : Di masyarakat beredar isu bahwa minuman kemasan yang manis seperti minuman the dan minuman rasa lainnya yang diseduh itu berbahaya dan dapat menyebabkan diabetes diusia muda dan juga gagal ginjal akut. Apakah benar? (M. Faris Saputra)
Jawab : Minuman-minuman kemasan dan berperisa itu sebenarnya aman untuk
dikonsumsi, akan tetapi kadar gulanya cukup tinggi, jadi jika dikonsumsi setiap hari badan juga tidak dapat mentoleransinya, itulah yang nantinya akan berakhir menyebabkan diabetes dan gagal ginjal di masyarakat. Kuncinya dalam mengonsumsi pangan olahan adalah mengonsumsinya sesuai dengan porsi yang dianjurkan pada kemasannya.
3. Suciani : Apakah boleh sayuran dalam sop daging dipanaskan kembali?
Jawab : Tidak bisa karena sop dan sayur tidak tahan pada suhu ruang. Selain itu, zat gizi dapat berkurang. Sebaiknya sayur yang telah dipotong dibagi terlebih dahulu, ambil sesuai kebutuhan untuk dimasak, sedangkan potongan sayuran yang lain dimasukkan ke kulkas