Bungo, 22 April 2026 – Dalam upaya memperkuat sistem pemantauan keamanan obat dan meningkatkan pelaporan efek samping obat (ESO) oleh tenaga kesehatan, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bungo menyelenggarakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Farmakovigilans pada Rabu (22/4). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yaitu secara luring di Ruang Rapat Balai POM di Bungo dan secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan KIE Farmakovigilans ini diikuti oleh tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan yang berada di wilayah kerja Balai POM di Bungo, meliputi Kabupaten Bungo, Kabupaten Merangin, Kabupaten Kerinci, dan Kota Sungai Penuh. Peserta yang hadir terdiri dari dokter, apoteker, tenaga teknis kefarmasian, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya yang berperan dalam penggunaan dan pemantauan keamanan obat pada pasien.
Farmakovigilans merupakan kegiatan yang berkaitan dengan deteksi, penilaian, pemahaman, dan pencegahan efek samping atau masalah lain yang berhubungan dengan penggunaan obat. Peran tenaga kesehatan sangat penting dalam sistem farmakovigilans karena mereka merupakan pihak yang berinteraksi langsung dengan pasien dan dapat mengidentifikasi kemungkinan terjadinya efek samping obat maupun kejadian yang tidak diinginkan setelah penggunaan obat.
Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh informasi mengenai kebijakan dan regulasi farmakovigilans di Indonesia, pentingnya pelaporan efek samping obat, tata cara pelaporan melalui sistem yang telah disediakan oleh BPOM, serta berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam identifikasi dan dokumentasi kejadian efek samping obat. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pelaporan yang tepat waktu, lengkap, dan akurat sebagai bagian dari upaya menjamin keamanan penggunaan obat di masyarakat.
Melalui sesi diskusi interaktif, peserta berkesempatan untuk menyampaikan berbagai kendala dan pengalaman yang dihadapi dalam pelaksanaan farmakovigilans di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing. Diskusi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus memperkuat koordinasi antara fasilitas pelayanan kesehatan dengan BPOM dalam mendukung sistem pengawasan obat pasca pemasaran.
Kepala Balai POM di Bungo menyampaikan bahwa pelaporan efek samping obat merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pengawasan obat. Data dan informasi yang diperoleh dari laporan tenaga kesehatan dapat menjadi dasar dalam proses evaluasi keamanan obat serta mendukung pengambilan keputusan regulatori untuk melindungi masyarakat dari risiko penggunaan obat yang tidak diinginkan.
Melalui penyelenggaraan KIE Farmakovigilans ini, Balai POM di Bungo berharap kesadaran dan partisipasi tenaga kesehatan dalam melaksanakan pemantauan serta pelaporan efek samping obat dapat terus meningkat. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, sistem farmakovigilans yang efektif akan berkontribusi dalam menjamin tersedianya obat yang aman, berkhasiat, dan bermutu bagi masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Balai POM di Bungo dalam melaksanakan pengawasan obat dan makanan yang komprehensif, serta mendukung terwujudnya perlindungan kesehatan masyarakat melalui penguatan pengawasan obat pasca pemasaran dan peningkatan budaya pelaporan efek samping obat di fasilitas pelayanan kesehatan.